Advertisement

Dulu Dibongkar Anies, Pramono Bangun Kembali JPO Sarinah, Ini Alasannya ?

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat. Menurutnya, salah satu kegunaan JPO ini adalah untuk para penyandang disabilitas.

“Jadi JPO Sarinah dalam kajian, memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Minggu (11/1/2026).

Pramo memastikan, pihaknya telah mempertimbangkan pro dan kontra yang berkembang di masyarakat terkait pembangunan kembali JPO tersebut.

“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya. Masyarakat yang apa, kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah,” ujar Pramono.

Ia menyebut, pembangunan JPO itu tak akan mengganggu akses lain untuk pejalan kaki. Salah satunya pelican crossing yang tetap beroperasi normal dan dapat digunakan pejalan kaki di permukaan jalan.

“Enggak (ditutup). Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka. Kemudian, di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap semua enggak ada yang ditutup,” ucapnya.

Namun, ia belum merinci kapan JPO Sarinah itu akan secara resmi dapat digunakan. “Yang jelas sudah dibangun. Dan saya sebagai gubernur sekarang, bertanggung jawab untuk itu,” ujarnya.

Sebagai informasi, JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Indonesia. Dulunya, diberi nama JPO Kartini. Pasalnya, peresmiannya dilakukan pada tanggal 21 April 1968, bertepatan dengan hari ulang tahun Pahlawan Nasional Indonesia, RA Kartini. JPO Kartini diresmikan oleh Gubernur Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin.

Lalu pada 2022, JPO ini dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Alasannya, untuk penataan kota dan estetika agar tidak mengganggu pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.

 

Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *